Catatan tentang The Diary of Voyager / Notes on The Diary of Voyager
Oleh Suwarni a.k.a Adek Ceeguk (English below) “Pada suatu ketika!” Boy Mihaballo mengucapkan kata-kata itu dengan lantang, menandai dimulainya rangkaian site-specific theatre yang bertajuk The Diary of Voyager, 31 Agustus 2019, pukul 15.00. Sebuah project yang berbasis di Sungai Cisadane, Tangerang ini diinisiasi oleh tiga seniman Taiwan, yaitu Chang, Ting-Wei; Chang, Ting-Yong dan Wake-Up. Mereka tergabung dalam kelompok Shan-Dong-Ye Troupe. Pada project ini, mereka mengajak kelompok Artery Performa (Jakarta) dan Semanggi Foundation (Tangerang) untuk turut merealisasikannya. Boy mengayunkan tongkat sambil melompat-lompat, mengelilingi Tugu Jam Argotech, Pasar Lama, Tangerang. Di luar lingkaran tugu itu, seseorang memukul drum seirama dengan ayunan tongkat Boy. Dengan gerakan menari-menari, Boy berjalan keluar lingkaran menuju jalan raya. Boy terus mengayunkan tongkat yang mengeluarkan bunyi dari tutup botol minuman beragam merk sambil terus bergerak ritmis. Gerakan Boy mengingat...
Comments
Post a Comment