Posts

Festival Bantargebang 2025

Image
      Artwork by Anggun Rahmawati (English below) Wilayah TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, merupakan lingkungan yang inspiratif sekaligus problematis.  Tiga kelurahan (Ciketing Udik, Cikiwul, Sumur Batu) di area ini diisi oleh perkampungan, persawahan, perkebunan yang telah hidup berdekatan dengan gunungan sampah, fasilitas pengelolaan sampah, pemukiman pemulung, pengepulan sampah, serta pabrik dan sarana industri. Gunung sampah yang masif dan gigantik yang berdampak pada lingkungan hidup, lingkungan fisik, serta lingkungan ekonomi-sosial warga hingga mental, perasaan dan pandangan personal warga selalu mengirimkan getar dramatis kepada diri setiap seniman, budayawan, pekerja sosial dan setiap orang yang memasuki wilayah tersebut.  Para pemulung memungut sampah plastik dan sampah berharga lainnya hingga malam hari dengan menggunakan head-lamp, membuat pemandangan mirip serakan kunang-kunang di ketinggian yang menghasilka...

Goyang Bulok (Site-Specific Performance di Lingkungan TPST Bantargebang, Bekasi) / Bulok Dance (Site-Specific Performance in the Bantargebang Landfill, Bekasi)

Image
 Lihat video di/See the video on:  https://www.youtube.com/watch?v=S7ceAghJtV0     Foto oleh Ayi Noe Artery Performa 28 November 2023 Lebaran Teater- Festival Teater Jakarta Dewan Kesenian Jakarta Pertunjukan ini menghadirkan gunungan sampah (bulok) sebagai lanskap spesifik Bantargebang, Bekasi. Tak sekadar menjadi pembuangan akhir dari Jakarta dan Bekasi, gunungan sampah Bantargebang juga memengaruhi situs lain di sekitarnya yang diterjemahkan pada pertunjukan ini dalam sebuah koreografi spasial. Goyang Bulok mengajak penonton sedekat mungkin dengan gunungan sampah agar merasakan situasi konfrontatif; antara kreator sampah yang super produktif dengan obyek gigantik yang diproduksinya. Melalui perjalanan berkeliling, obrolan, koreografi, dan bebunyian, pertunjukan ini mengekspresikan dinamika hidup terdampak gunungan sampah; mulai dari sisi sejarah, mitos, ekonomi, budaya, lingkungan hingga perubahan iklim. PENYUSUN PERTUNJUKAN Dendi Madiya & Suwarni a.k.a Adek C...

Monolog Gaza oleh Artery Performa - Festival Oktober Komite Teater DKL / Gaza Monologues by Artery Performa - Festival Oktober Lampung Arts Council

Image
  Lihat video di/See the video on: https://www.youtube.com/watch?v=z_33-cskWJY       Foto oleh Panitia Festival Oktober DKL   Produksi ASHTAR Theatre Palestine Penampil: Artery Performa (Dendi Madiya, Fahmi Ulhaq, Muchammad Syachbudin, Sandujua Kunahmet Waskito, Suwarni a.k.a Adek Ceeguk) Festival Oktober - Komite Teater Dewan Kesenian Lampung 25 Oktober 2024 Gedung Pertunjukan Dewan Kesenian Lampung Dokumentasi Video oleh Panitia Festival Oktober   Sebelum perang, aku selalu merasa bahwa Gaza adalah ibu keduaku. Tapi hari ini, aku merasa seperti dalam pengasingan. Kami dihukum di tempat. Kami semua melarikan diri di tengah malam. Menghabiskan malam dalam kegelapan. Aku menjadi sangat berhati-hati dengan segala sesuatu. Aku takut akan kehidupan. Tragedi terbesarnya adalah tidak ada satu pun hal yang bisa menghentikannya. Semua lubang punya dasarnya, tidak dengan Gaza. Aku bermimpi untuk hidup suatu hari dalam kebebasan. Tapi kami harus berserah diri. K...

Kemanakah Sampah ini Berakhir? / Where does this waste end up?

Image
Oleh Suwarni a.k.a Adek Ceeguk (English below) Setidaknya begitulah pertanyaan yang terbersit di benak saya ketika petugas pengangkut sampah mengambil buntelan-buntelan plastik yang berisi sampah rumah tangga secara rutin dari setiap rumah. Biasanya petugas sampah akan datang mengambil sampah sebanyak dua kali dalam seminggu. Petugas sampah menggunakan sepeda motor roda tiga dengan bak terbuka di bagian belakang. Sebagai warga di salah satu komplek perumahan di kelurahan Bojong Rawalumbu, Bekasi, saya sering membuang apa saja di tempat sampah di depan rumah, termasuk baterai yang sudah habis dipakai, botol bekas oli atau apa saja yang menurut saya sudah menjadi sampah. Hal itu saya lakukan karena saya memang tidak mengetahui akses pengelolaan sampah yang memilah antara organik dan anorganik. Setelah beberapa bulan waktu berlalu, saya baru mengetahui bahwa ada bank sampah yang dikelola oleh pengurus RW, tetapi antusias dan kesadaran warga masih sangat kurang untuk menyetor sampah yang d...

Catatan tentang The Diary of Voyager / Notes on The Diary of Voyager

Image
Oleh Suwarni a.k.a Adek Ceeguk (English below) “Pada suatu ketika!”  Boy Mihaballo mengucapkan kata-kata itu dengan lantang, menandai dimulainya rangkaian site-specific theatre yang bertajuk The Diary of Voyager, 31 Agustus 2019, pukul 15.00. Sebuah project yang berbasis di Sungai Cisadane, Tangerang ini diinisiasi oleh tiga seniman Taiwan, yaitu Chang, Ting-Wei; Chang, Ting-Yong dan Wake-Up. Mereka tergabung dalam kelompok Shan-Dong-Ye Troupe. Pada project ini, mereka mengajak kelompok Artery Performa (Jakarta) dan Semanggi Foundation (Tangerang) untuk turut merealisasikannya. Boy mengayunkan tongkat sambil melompat-lompat, mengelilingi Tugu Jam Argotech, Pasar Lama, Tangerang. Di luar lingkaran tugu itu, seseorang memukul drum seirama dengan ayunan tongkat Boy. Dengan gerakan menari-menari, Boy berjalan keluar lingkaran menuju jalan raya. Boy terus mengayunkan tongkat yang mengeluarkan bunyi dari tutup botol minuman beragam merk sambil terus bergerak ritmis. Gerakan Boy mengingat...

BUNGA MAWAR DAN KEKASIH TUHAN

Image
Cerpen oleh Suwarni a.k.a Adek Ceeguk              “Menikahlah, Santo, selagi Ibu masih hidup dan tangan Ibu masih kuat menimang bayi.”  Santo tidak menjawab. Bibirnya rapat. Raut wajahnya juga tidak berubah, tidak menunjukkan ekspresi marah atau tidak suka dengan permintaan ibunya. Sangat biasa. “Apa perlu Ibu yang mencarikanmu kekasih?” Ibu semakin berharap. Pelepah pohon kelapa yang sudah kering itu jatuh ke tanah. Suaranya terdengar seperti sebuah desakan. “Apakah Maria akan terlahir untuk kedua kalinya?” Santo berkata seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri. Santo menatap langit yang mendung. Sesekali tangannya memutar-mutar pot bunga yang berada di atas meja serambi rumah, memetik daun bunga mawar yang telah menguning. “Maaf, Bu, Santo belum bisa memenuhi permintaan Ibu.” Ibu bangkit dari kursi dan masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai dan pikiran yang menerawang, meninggalkan Santo seorang diri di serambi rumahnya. Putranya yan...

Orang-Orang yang Dijemur

Image
  12 April 2020, 00:50 WIB Orang-Orang yang Dijemur  Abdillah Marzuqi | Weekend SUARA gemercik air menjadi sebagian yang mengiring suara sang narator. Secara bersamaan, layar pun menampilkan lukisan abad ke-17, yakni karya Michiel Sweerts (1618–1664) berjudul Plague in an Ancient City. Sang narator membaca deskripsi lukisan yang banyak dikutip dan dipercayai mengambarkan wabah besar yang pernah melanda Athena, ibu kota Yunani, pada 430 SM. Lukisan itu memperlihatkan warga Athena yang sebagian telanjang di altar-altar kuil. Michiel Sweerts terkesan melakukan rekonstruksi atas catatan Thucydides, sejarawan Yunani yang dilanda wabah dan mencatat orang-orang yang terjangkit penyakit. Thucydides mencatat bahwa tubuh mereka yang membara seperti terbakar membuat sebagian dari mereka membiarkan tubuhnya telanjang. Bermula dari lukisan, sang narator melanjutkan narasi sejarah wabah. Ia menyampaikan narasi yang lebih tua tentang wabah dalam Iliad karya Homeros (sekitar 70...